Sabtu, 30 April 2016

Bahasa Indonesia_Tata Penggunaan Ejaan dan Penulisan Gelar


MAKALAH
BAHASA INDONESIA


unduhan.jpg


SEMESTER GENAP
2016


PERGURUAN TINGGI
MITRA LAMPUNG


JUDUL TUGAS
TATA EJAAN
PENGGUNAAN TANDA TITIK DAN PENULISAN GELAR

Disusun Oleh ;
Kelompok 5
DENNI HARDIANATA                 155100015
DEDI SAPUTRA                            1551000
RUDIYANTO                                  155100068


SEMESTER GENAP

 FAKULTAS
STMIK/SISTEM INFORMASI
T.A_2016
DAFTAR ISI
Cover...................................................................................................................................................1/2
Daftar Isi............................................................................................................................................3
Kata Pengantar................................................................................................................................4
BAB l....................................................................................................................................................5
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang.........................................................................................................................5
1.2. Rumusan Masalah...................................................................................................................5
1.3. Tujuan Penulisan....................................................................................................................5
BAB ll...................................................................................................................................................6
Pembahasan
2.1. Sejarah Singkat Tata Ejaan..................................................................................................6
2.2. Pengertian Ejaan.....................................................................................................................6/7
2.3. Fungsi Ejaan..............................................................................................................................7
2.4. Pengertian Cara Menuliskan Singkatan..........................................................................8
         a. Pengertian Singkatan........................................................................................................8
         b. Contoh Singkatan...............................................................................................................8
         c. Singkatan Resmi Lembaga Negara................................................................................8
         d. Singkatan umum terdiri Tiga Huruf/Lebih ..............................................................8
         e. Singkatan umum terdiri 2 Huruf satu Titik...............................................................8
2.5. Tata Cara Menuliskan Akronim..........................................................................................8
2.6. Pengertian Tanda Baca..........................................................................................................9
2.7. Fungsi Tanda Baca...................................................................................................................9
         1. Tanda Tiitik ( . )...................................................................................................................10
         2. Tanda Titik Koma ( , )........................................................................................................10
         3. Tanda Titik Dua ( : )...........................................................................................................11
2.8. Perbedaan Salah & Benar Penggunaan Tanda Baca....................................................11
2.9. Pengertian Penulisan Gelar.................................................................................................12/13
2.10 .Cara Penulisan Gelar yang Baik dan Benar..................................................................13
         1. Cara Penulisan Gelar Sarjana ( S1 )..............................................................................13/14
         2. Cara Penulisan Gelar Magister ( S2 )............................................................................14/15
         3. Cara Penulisan Gelar Doktor ( S3 )...............................................................................15
         4. Cara penulisan Gelar Diploma........................................................................................15
         5. Cara Penulisan Gelar Sarjana Luar Negeri.................................................................15
         6. Cara Penulisan Gelar Magister Luar negeri................................................................15
         7. Cara Penulisan Gelar Doktor Luar Negeri...................................................................16/17
BAB lll....................................................................................................................................................18
Penutup
3.1. Kesimpulan.................................................................................................................................18
3.2. Saran..............................................................................................................................................18

Daftar Pustaka....................................................................................................................................19.


KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kita panjatkan kepada Allah SWT yang  mana atas berkat dan pertolongan-Nya lah saya dapat menyelesaikan makalah ini. Terimakasih juga saya ucapkan kepada dosen pembimbing Ibu Hesti, M.pd yang turut telah membimbing saya sehingga  bias  menyelesaikan makalah ini sesuai waktu yang telah di tentukan. Terimakasih juga kepada teman-teman yang turut andil dalam terselesainya makalah ini.
Sholawat serta salam senantiasa saya haturkan kepada suri tauladan kita Nabi  Muhammad SAW yang selalu kita harapkan syafa’atnya di hari
kiamat nanti.
Makalah ini saya buat dalam rangka untuk memperdalam pengetahuan dan pemahaman mengenai  EJAAN
,Penggunan tanda baca ‘titik’dan Penulisan Gelar, dengan harapan agar  para mahasiswa bias lebih memperdalam pengetahuan tentang  EJAAN.  Makalah ini juga dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia.
Dengan segala keterbatasan  yang ada penulis telah berusaha dengan segala daya dan upaya guna menyelesaikan makalah ini. Penulis menyadari bahwasanya makalah ini jauh dari  kata sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik  dan  saran yang  membangun dari para pembaca untuk menyempurnakan  makalah ini. Atas kritik dan sarannya saya ucapkan terimakasih yang  sebanyak-banyaknya.




Bandar lampung, 28 Maret 2016


                                                                                          Disusun Oleh
                                                                                           Kelompok 5


BAB l
Pendahuluan

1.1.         Latar Belakang

Bahasa memiliki peranan penting dalam kehidupan karena selain digunakan sebagai alat komunikasi secara langsung, bahasa juga dapat digunakan sebagai alat komunikasi secara tulisan, di zaman era globalisasi dan pembangunan reformasi demokrasi ini, masyarakat dituntut secara aktif untuk dapat mengawasi dan memahami infrormasi di segala aspek kehidupan sosial secara baik dan benar, sebagai bahan pendukung kelengkapan tersebut, bahasa berfungsi sebagai media penyampaian informasi secara baik dan tepat, dengan penyampaian berita atau materi secara tertulis, diharapkan masyarakat dapat menggunakan media tersebut secara baik dan benar.
Dalam memadukan satu kesepakatan dalam etika berbahasa, disinilah peran aturan baku tersebut di gunakan dalam hal ini kita selaku warga Negara yang baik hendaknya selalu memperhatikan rambu-rambu ketata bahasaan Indonesia yang baik dan benar. Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) adalah sub materi dalam ketata bahasaan Indonesia, yang memilik peran yang cukup besar dalam mengatur etika berbahasa secara tertulis sehingga diharapkan informasi tersebut dapat di sampaikan dan di fahami secara komprehensif dan terarah. Dalam prakteknya diharapkan aturan tersebut dapat digunakan dalam keseharian Masyarakat sehingga proses penggunaan tata bahasa Indonesia dapat digunakan secara baik dan benar

1.2.          Rumusan Masalah
1.  Bagaimana pengertian dari Ejaan ?
2.  Bagaimana Fungsi dari Ejaan
dan Penggunaan Tanda Baca ?
3.  Bagaimana sejarah perkembangan Ejaan ?
4.  Apa saja ruang lingkup Ejaan
,Tanda Baca dan Penulisan Gelar ?


1.3.         Tujuan Penulisan
1.  Untuk memahami pengertian dari Ejaan dan penulisan Tanda Baca.
2.  Untuk memahami Fungsi dari Ejaan
dan Cara Penulisan Gelar. 
3.  Untuk memahami sejarah perkembangan Ejaan.
 
4.  Untuk mengetahui ruang lingkup Ejaan
,Tanda Baca dan tata cara Penulisan Gelar yang baik dan benar. 


BAB II
Pembahasan

2.1.    SEJARAH SINGKAT PERKEMBANGAN TATA EJAAN
Ejaan merupakan hal yang sangat penting di dalam pemakaian bahasa terutama dalam ragam bahasa tulis. Yang dimaksudkan dengan ejaan sendiri adalah hal-hal yang mencakup penulisan huruf, penulisan kata, termasuk singkatan, akronim, angka dan lambang bilangan serta penggunaan tanda baca. Oleh karena itu, kita memerlukan ejaan untuk membantu memperjelas komunikasi yang di sampaikan secara tertulis.
Dalam beberapa kurun waktu ini, Indonesia mengalami beberapa perubahan ejaan. Sebelum EYD diresmikan pada tanggal 16 agustus 1972, Indonesia telah menggunakan beberapa ejaan. Awalnya menggunakan Ejaan Van Ophuysen, lalu Ejaan Republik ( Ejaan Soewandi ), Ejaan Pembaharuan, Ejaan Baru/Lembaga Bahasa dan Kasusastraan (LBK), baru kemudian Ejaan Yang Disempurnakan diresmikan sampai sekarang ini.
Dalam hubungannya dengan pembakuan bahasa, ejaan mempunyai fungsi yang penting yaitu : sebagai landasan pembakuan tata bahasa, kosa kata dan peristilahan, serta sebagai alat penyaring masuknya unsur-unsur bahasa lain kedalam bahasa Indonesia. Mengingat pentingnya fungsi itu pembakuan ejaan perlu di capai terlebih dahulu agar dapat menunjang pembakuan aspek aspek kebahasaan lain.
Namun, bukan berarti kita harus menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan ejaan melainkan kita boleh menggunakan bahasa yang tidak baku/bahasa percakapan yang tidak formal. Karena sebenarnya penggunaan bahasa pada dasarnya digunakan sesuai dengan situasi pemakaian.


2.2.    PENGERTIAN EJAAN
         
          Kata “ejaan” berasal bari bahasa arab hija’ menjadi eja yang mendapat akhiran –an. Hakikat bahasa adalah bahasa lisan. Bahasa tulis merupaka turunan dari bahasa lisan. Perbedaan antara ragam tulis dan lisan adalah bahsa lisan terutama yang tidak baku, sangat simpel. Setelah Islam datang, di Nusantara digunakan huruf arab untuk menulis bahasa melayu. Pada 1901 pertama kali penggunaan huruf latin untuk bahasa melayu. Ejaan ini dikenal dengan ejaan Van Ophuijsen.
Menurut KBBI (2005: 285) ejaan adalah kaidah-kaidah cara menggambarkan bunyi-bunyi (kata, kalimat, dsb) dalam bentuk tulisan (huruf-huruf) serta penggunaan tanda baca.
Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, kata, dan tanda baca sebagai sarananya. Batasan tersebut menunjukan pengertian kata ejaan berbeda dengan kata mengeja. Mengeja adalah kegiatan melafalkan huruf, suku kata, atau kata; sedangkan ejaan adalah suatu sistem aturan yang jauh lebih luas dari sekedar masalah pelafalan. Ejaan mengatur keseluruhan cara menuliskan bahasa.
Ejaan merupakan kaidah yang harus dipatuhi oleh pemakai bahasa demi keteraturan dan keseragaman bentuk, terutama dalam bahasa tulis. Keteraturan bentuk akan berimplikasi pada ketepatan dan kejelasan makna. Ibarat sedang mengemudi kendaraan, ejaan adalah rambu lalu lintas yang harus dipatuhi oleh setiap pengemudi. Jika para pengemudi mematuhi rambu-rambu yang ada, terciptalah lalu lintas yang tertib dan teratur. Seperti itulah kira-kira bentuk hubungan antara pemakai bahasa dengan ejaan.
Ejaan yang berlaku sekarang dinamakan Ejaan yang disempurnakan (EYD).EYD mulai diberlakukan pada tanggal 16 Agustus 1972. Ejaan dalam sejarah bahasa Indonesia ini memang merupakan upaya penyempurnaan ejaan sebelumnya yang sudah dipakai selama dua puluh lima tahun yang dikenal dengan Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi (Menteri PP dan K Republik Indonesia pada saat Ejaan itu diresmikan pada tahun 1947).
EYD (Ejaan yang Disempurnakan) merupakan tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan. EYD disini diartikan sebagai tata bahasa yang disempurnakan. Dalam penulisan karya ilmiah perlu adanya aturan tata bahasa yang menyempurnakan sebuah karya tulis. Karena dalam sebuah karya tulis memerlukan tingkat kesempurnaan yang mendetail. Singkatnya EYD digunakan untuk membuat tulisan dengan cara yang baik dan benar.

2.3.      FUNGSI EJAAN
            Dalam kaitannya dengan pembakuan bahasa, baik yang menyangkut pembakuan tata bahasa maupun kosakata dan peristilahan, ejaan mempunyai fungsi yang sangat penting. Fungsi tersebut antara lain sebagai berikut :
a. Sebagai landasan pembakuan tata bahasa
b. Sebagai landasan pembakuan kosakata dan peristilahan, serta
c. Alat penyaring masuknya unsur-unsur bahasa lain ke dalam bahasa Indonesia
Di samping ketiga fungsi yang telah disebutkan diatas, ejaan sebenarnya juga mempunyai fungsi yang lain. Secara praktis, ejaan berfungsi untuk membantu pemahaman pembaca di dalam mencerna informasi yang disampaikan secara tertulis.

2.4.      PENGERTIAN CARA MENULISKAN SINGKATAN
            A. Pengertian Singkatan,Singkatan adalah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih. Sedangkan akronim, ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari deret kata yang diperlakukan sebagai kata.
            B. Contoh Singkatan
Suman Hs.
Muh. Yamin
M.Sc. (master of science)
M.B.A. (master of business administration)
S.Pd. (Sarjana Pendidikan)
Bpk. (bapak)
Sdr. (saudara)
Kol. (Kolonel)

C. Singkatan Resmi Lembaga Negara
MPR (Majelis Perwakilan Rakyat)
PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia)
KTP (Kartu Tanda Penduduk)

D. Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu titik (.)
dsb. (dan sebagainya)
hlm. (halaman)
sda. (sama dengan atas)

E. Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf, setiap huruf diikuti titik (.)
a.n. (atas nama)
d.a. (dengan alamat)
u.b. (untuk beliau)

2.5. CARA PENULISAN AKRONIM    
Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan atau pangkat diikuti dengan tanda titik (.)
 Contohnya :
Suman Hs.
Muh. Yamin
M.Sc. (master of science)
M.B.A. (master of business administration)
S.Pd. (Sarjana Pendidikan)
Bpk. (bapak)
Sdr. (saudara)
Kol. (Kolonel)

2.6. PENGERTIAN TANDA BACA
            
            Tanda baca menurut Ensiklopedi Wikepedia, dipahami sebagai berikut.Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan dengan suara atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan.
           
   Tanda baca menjadi sangat penting, karena dengan memperhatikan tanda baca dalam suatu aturan yang disepakati yaitu (EYD) memberikan peniliaian tersendiri terhadap hasil karya tulis ilmiah itu sendiri. Kesalahan pemakaian tanda baca dalam penulisan suatu kata akan berdampak terhadap arti kata itu sendiri.

2.7. FUNGSI TANDA BACA

            Fungsi tanda baca bersangkutan dengan (1) tanda baca apa yang tepat dipilih dalam menuliskan kalimat atau karangan dalam bahasa Indonesia dan (2) bagaimana cara menuliskan tanda baca tersebut (rapat ataukah renggang/spasi). EYD memberikan salah satu pedoman dalam hal penggunaan tanda baca, tanda baca yang akan dibahas dalam makalah ini adalah (1) tanda titik (.), (2) tanda koma (,), (3) tanda titik koma (;), (4) tanda titik dua (:), (5) tanda hubung (-), (6) tanda tanya (?), (7) tanda seru (!), (8) tanda kurung ((…)), (9) tanda garis miring (/), (10) tanda petik (“…”). Serta tanda baca yang mempunyai arti khusus yang menjadi pedoman untuk kita bersama.


A.    TITIK ( . )

a.  Tanda titik dipakai pada akhir kalimat yang bukan pertanyaan atau seruan atau kalimat berita.
Contoh :
l Ciri utama bisnis adalah bahwa sesuatu itu harus dapat dijual atau menghasilkan uang.
b.  Tanda titik dipakai pada akhir singkatan nama orang.
Contoh :
l L. L. Bean yang membuat peralatan outdoor bukan perusahaan berskala raksasa tetapi memiliki reputasi melampaui bisnis yang lebih besar.
c.  Tanda titik dipakai pada akhir singkatan, gelar, jabatan, pangkat dan sapaan.
Contoh :
l Dr. (Doktor) -> Dr. Tangkas mendapatkan gelar sarjananya dengan nilai yang memuaskan.
d.  Tanda titik dipakai pada singkatan kata yang umum dipakai, biasanya diambil 3 huruf.
Contoh :
l hlm. (halaman) -> Kutipan menarik itu diambil dari hlm 5 dan 8.
e.  Tanda titik dipakai untuk pemisah bilangan ribuan atau kelipatannya.
Contoh :
l Jumlah penduduk Indonesia berdasarkan sensus penduduk adalah sebanyak 237.556.363 jiwa.

B.     TANDA TITIK KOMA ( ; )
Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan setara.
Contoh:
l Malam makin larut; kami belum selesai juga.

Tanda titik koma dapat dipakai untuk memisahkan kalimat yang setara di dalam suatu kalimat majemuk sebagai pengganti kata penghubung.
Contoh :
l Ayah pergi ke kantor; ibu sibuk bekerja di dapur; adik mengerjakan PR.

C.    TANDA TITIK DUA ( : )
a.    Tanda titik dua dipakai pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian.
Contoh :
l Fakultas Ekonomi UPN Jogja mempunyai tiga jurusan : Akuntansi, Managemen, dan Ilmu Ekonomi.

D.    b.    Tanda titik dua dipakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh :
   
l Project By : TriExs Media
            Project Writer : Lie Charlie
             Editor : Wicak
c.    Tanda titik dua dipakai dalam teks drama sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh :
l Guy : “Tolong sampaikan memo ini kepada bendahara.”
    Ilan : “Siap, Pak.”
d.   Tanda titik dua dipakai (i) di antara jilid atau nomor dan halaman, (ii) di antara bab dan ayat dalam kitab-kitab suci, atau (iii) di antara judul dan anak judul suatu karangan.
Contoh :
l QS. Al-Baqarah : 38
e.   Tanda titik dua dipakai untuk menandakan nisbah (angka banding).
Contoh :
   
l Perbandingan sex ratio antara laki-laki dan perempuan di daerah x tahun 2010 adalah 100 : 97.

2.8. PERBEDAAN SALAH DAN BENAR PENGUNAAN TANDA BACA.
           
            Pemakaian tanda baca jangan dianggap tidak penting, jikalau ada kesalahan dalam pemakaian tanda baca akan mengakibatkan salah pengertian jika dipandang dari sisi benar maupun baiknya suatu karya tulis ilmiah. Contoh berikut mudah-mudahan dapat membantu kita sekalian dalam menulis karya ilmiah yang baik dan benar tentunya. Contoh:
1) Semisal dalam nama jabatan, pemakaian tandanya dicontohkan sebagai berikut.
a) 1  Prof. Dr. H. Mas Ageng Prastiyo, S.sos., M.si                      SALAH
    2  Prof. DR. H. Mas Ageng Prastiyo, S.sos. M.si                      BENAR
b) 1  Di manakah dr. Ageng Mkes bertugas  ?                               SALAH
    2  Di manakah Dr. Ageng M.kes. bertugas ?                             SALAH
     3  Di manakah dr. Ageng, M.kes. bertugas?                              BENAR

2.9.  PENGERTIAN PENULISAN GELAR
            

            Berdasarkan aturan kebahasaan, penulisan gelar termasuk kategori pemahaman tentang singkatan. Singkatan adalah kependekkan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik dilafalkan huruf demi huruf maupun dilafalkan sesuai dengan bentuk lengkapnya.  Selain itu, dalam buku pedoman umum ejaan yang disempurnakan (EYD), penulisan gelar juga   secaraintens disinggung, bahkan disertai beberapa contoh penulisan yang benar. Namun demikian, masyarakat masih saja banyak yang belum memahami dengan baik teknik penulisan gelar yang benar.
Sekarang, marilah kita analisis tentang penulisan gelar ini, agar kita tidak lagi menemui kesulitan di kemudian hari.
Jika dianalisis kata per kata, penulisan gelar dapat dinalar melalui teori singkatan. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana pendidikan, yang ditulis benar, Sarjana Pendidikan (S.Pd.), dan ditulis di belakang nama penyandang gelar. Huruf  “S“ pada kata sarjana, ditulis dengan huruf besar dan diakhiri dengan tanda titik, merupakan satu kata. Kemudian, huruf  “P” ditulis dengan huruf besar, tetapi huruf  “D”  ditulis dengan huruf kecil dan diakhiri dengan tanda titik. Huruf  “D”  ditulis dengan huruf kecil karena posisinya sebagai bagian dari rangkaian satu kata dengan huruf “P” yang merupakan kepanjangan dari kata “pendidikan”. Demikian pula singkatan-singkatan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, juga akan mengalami proses kebahasaan yang sama.
Lain halnya dengan singkatan pada gelar yang tanpa menyertakan huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian satu kata. Sebagai misal, penulisan gelar sarjana hukum, sarjana ekonomi, dan sarjana pertanian. Jika disingkat, ketiga contoh gelar tersebut hanya terdiri dari huruf awal, dan tanpa menyertakan huruf peluncur yang merupakan bagian dari rangkaian kata, sehingga penulisannya pun terdiri atas huruf per huruf serta masing-masing ditandai dengan tanda baca titik. Dengan demikian, penulisan gelar sarjana hukum, ditulis di belakang nama penyandang gelar dengan singkatan: S.H., sarjana ekonomi ditulis S.E., dan sarjana  pertanian ditulis S.P.. Penulisan-penulisan gelar lain yang sejenis dengan contoh tersebut, dan yang hanya terdiri dari dua huruf atau lebih tanpa disertai dengan huruf peluncur sebagai bagian dari rangkaian kata, harus mengikuti pola penulisan tersebut.

2.10.  CARA PENULISAN GELAR YANG BAIK DAN BENAR

Dalam menuliskan nama gelar akademik mengikuti aturan yang berlaku dalam EYD, yaitu pada aturan tentang penulisan singkatan, pemakaian tanda titik (.), dan pemakaian tanda koma (,). Adapun ketentuan selengkapnya sebagai berikut:
a. Setiap gelar ditulis dengan tanda titik sebagai antara antar huruf pada singkatan gelar yang dimaksud.
 
 b. Gelar ditulis di belakang nama orang.
 c. Antara nama orang dan gelar yang disandangnya, dibubuhi tanda koma.
 d. Jika di belakang nama orang terdapat lebih dari satu gelar, maka di antara gelar-gelar tersebut disisipi tanda koma.

1. Cara Penulisan Gelar Sarjana (S1)

    S.P. (sarjana pertanian)
    S.Pd. (sarjana pendidikan)
    S.Pd.I. (sarjana pendidikan Islam)
    S.Psi. (sarjana psikologi)
    S.Pt. (sarjana peternakan)
    S.E. (sarjana ekonomi)
    S.Ag. (sarjana agama)
    S.Fil. (sarjana filsafat)
    S.Fil.I. (sarjana filsafat Islam)
    S.H. (sarjana hukum)
    S.H.I. (sarjana hukum Islam)
    S.Hum. (sarjana humaniora)
    S.I.P. (sarjana ilmu politik)
    S.Kar. (sarjana karawitan)
    S.Ked. (sarjana kedokteran)
    S.Kes. (sarjana kesehatan)
    S.Kom. (sarjana komputer)
    S.K.M. (sarjana kesehatan masyarakat)
    S.S. (sarjana sastra)
    S.Si. (sarjana sains)
    S.Sn. (sarjana seni)
    S.Sos. (sarjana sosial)
    S.Sos.I. (Sarjana Sosial Islam)
    S.T. (sarjana teknik)
    S.Th. (sarjana theologi)
    S.Th.I. (sarjana theologi Islam)
2. Cara Penulisan Gelar Magister (S2)

    M.Ag. (magister agama)
    M.E. (magister ekonomi)
    M.E.I. (magister ekonomi Islam)
    M.Fil. (magister filsafat)
    M.Fil.I. (magister filsafat Islam)
    M.H. (magister hukum)
    M.Hum. (magister humaniora)
    M.H.I. (magister hukum Islam)
    M.Kes. (magister kesehatan)
    M.Kom. (magister komputer)
    M.M. (magister manajemen)
    M.P. (magister pertanian)
    M.Pd. (magister pendidikan)
    M.Pd.I. (magister pendidikan Islam)
    M.Psi. (magister psikologi)
    M.Si. (magister sains)
    M.Sn. (magister seni)
    M.T. (magister teknik)
3. Cara Penulisan Gelar Doktor (S3)

    Dr (doktor)
4. Cara Penulisan Gelar Diploma

    Diploma satu (D1), sebutan profesional ahli pratama, disingkat A.P.
    Diploma dua (D2), sebutan profesional ahli muda, disingkat A.Ma.
    Diploma tiga (D3), sebutan profesional ahli madya, disingkat A.Md.
    Diploma empat (D4), sebutan profesional ahli, disingkat A.
5. Gelar Sarjana Luar Negeri

    B.A. (Bechelor of Arts)
    B.Sc. (Bechelor of Science)
    B.Ag. (Bechelor of Agriculture)
    B.E. (Bechelor of Education)
    B.D. (Bechleor of Divinity)
    B.Litt. (Bechelor of Literature)
    B.M. (Bechelor of Medicine)
    B.Arch. (Bechelor of Architrcture), dsb.
6. Gelar Master Luar Negeri

    M.A. (Master of Arts)
    M.Sc. (Master of Science)
    M.Ed. (Master of Education)
    M.Litt. (Master of Literature)
    M.Lib. (Master of Library)
    M.Arch. (Master of Architecture)
    M.Mus. (Master of Music)
    M.Nurs. (Master of Nursing)
    M.Th. (Master of  Theology)
    M.Eng. (Master of Engineering)
    M.B.A. (Master of Business Administration)
    M.F. (Master of Forestry)
    M.F.A. (Master of Fine Arts)
    M.R.E. (Master of Religious Ediucation)
    M.S. (Mater of Science)
    M.P.H. (Master of Public Health), dsb.
7. Gelar Doktor Luar Negeri

    Ph.D. (Doctor of Philosophy);                    => Briyan Dito, Ph.D.
    Ed.D. (Doctor of Education);                     => Briyan Dito, Ed.D.
    Sc.D. (Doctor of Science);                        => Briyan Dito, Sc.D.
    Th.D. (Doctor of Theology);                      => Briyan Dito, Th.D.
    Pharm.D. (Doctor of Pharmacy);                => Briyan Dito, Pharm.D.
    D.P.H. (Doctor of Public Health);               => Briyan Dito, D.P.H.
    D.L.S. (Doctor of Library Science);             => Briyan Dito, D.L.S.
    D.M.D. (Doctor of Dental Medicince);         => Briyan Dito, D.M.D.
    J.S.D. (Doctor of Science of Jurisprudence).=> Briyan Dito, J.S.D., dsb.

Lalu apa arti penulisan DR., Dr., dan dr.?

a. Dr.(H.C.) digunakan untuk gelar kehormatan Doktor Honoris Causa yaitu doktor kehormatan yang diberikan oleh suatu perguruan tinggi kepada seseorang sesuai dengan ketokohan dalam suatu bidang tertentu.
 
b. Dr. adalah singkatan doktor, suatu gelar pendidikan Strata Tiga (S3). Dr. merupakan gelar akademik tertinggi. Contoh penulisan yang salah: DR. IR. HARIYANTO atau DR. IR. Hariyanto; seharusnya: Dr. Ir. HARIYANTO atau Dr. Ir. Hariyanto.
 
c. dr. adalah singkatan bagi dokter (ahli penyakit) yang merupakan sebutan profesional untuk seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan profesi dokter. Contoh penulisan yang salah: DR. SUMAN atau Dr. Suman; seharusnya: dr. SUMAN atau dr. Suman.

Kemudian bagaimana menuliskan gelar di atas di awal kalimat. Hal ini hanya masalah tata kalimat. Hindari penulisan singkatan (termasuk gelar) di awal kalimat. Untuk menyiasati masalah tersebut maka penulisan ‘dr. A’ di awal kalimat seharusnya diubah menjadi ‘Dokter A’. Perhatikan contoh di bawah ini!

    dr. Akbar sedang memeriksa pasiennya. (SALAH)
    Dokter Akbar sedang memeriksa pasiennya. (BENAR)

Jika di antara nama dan gelar tidak dibubuhi tanda koma, maka penulisan gelar tersebut salah dan singkatan tersebut tidak bermakna gelar, melainkan bisa bermakna nama keluarga, marga, dan sebagainya. Jadi, Muhamad Yusuf SP (tanpa koma di antara nama dan ST) bisa berarti Muhamad Yusuf Saputra Pratama, dan sebagainya.

















BAB lll
Penutup

3.1.  KESIMPULAN
          Ejaan adalah seperangkat aturan tentang cara menuliskan bahasa dengan menggunakan huruf, kata, dan tanda baca sebagai sarananya.
EYD (Ejaan yang Disempurnakan) merupakan tata bahasa dalam Bahasa Indonesia yang mengatur penggunaan bahasa Indonesia dalam tulisan, mulai dari pemakaian dan penulisan huruf capital dan huruf miring, serta penulisan unsur serapan.
Fungsi Ejaan dalam Bahasa Indonesia
a. Sebagai landasan pembakuan tata bahasa
b. Sebagai landasan pembakuan kosakata dan peristilahan, serta
c. Alat penyaring masuknya unsur-unsur bahasa lain ke dalam bahasa Indonesia
d. Penulisan Gelar yang baik dan benar
Perkembangan ejaan di Indonesia telah mengalami beberapa pergantian, mulai dari ejaan Van Ophuijsen, ejaan Soewandi (republik), dan ejaan yang disempurnakan. Bahkan terdapat ejaan yang dirundingkan bersama antara Indonesia dan Malaysia, yakni ejaan Melindo.Namun, karena faktor-faktor tertentu ejaan tersebut tidak dapat diresmikan.
Secara garis besar, ruang lingkup ejaan terdiri dari
Pemakaian Huruf
Penulisan Huruf
Penulisan Kata
Penulisan Unsur Serapan
Pemakaian Tanda Baca

3.2.  SARAN
            Sudah menjadi kewajiban kita sebagai kaum pelajar untuk selalu mengingatkan kepada masyarakat guna dapat menggunakan kaidah tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.Karena bagaimanapun bahasa memiliki peran penting dalam proses pembangunan karakter masyarakat dalam bangsa ini.Dengan mempelajari Tanda Baca dan ejaan yang disempurnakan maka proses pembelajaran, pemahaman, dan penulisan bahasa Indonesia akan menjadi lebih mudah. Untuk itu pelajarilah Tanda baca dan ejaan yang disempurnakan dengan sungguh agar dapat dimengerti.


DAFTAR PUSTAKA

Yunus, S. 2012. “Penggunaan EYD dalam Penulisan Surat”. www.kompasiana.com.
Jupriono, D. 2012. Bahasa Indonesia dalam Karya Tulis Ilmiah. Surabaya: Untag 1945 Surabaya.
Mustakim.1990.Tanya Jawab EJAAN BAHASA INDONESIAUNTUK UMUM.Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Nasucha,Yakub H.2009.Bahasa Indonesia untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah. Yogyakarta : Media Perkasa.

:KawanPustaka
Hs, Widiono. 2005. Bahasa Indonesia (Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian Di Peruruan Tinggi). Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana.
  http://id.wikipedia.org/wiki/Ejaan_Yang_Disempurnakan
Depdikbud. 2008. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Hi-Fest Publishing.
Tim Pusat Bahasa. 2005. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: Balai Pustaka.

http://www.tipspendidikan.site/2015/12/cara-menuliskan-nama-gelar-dan.html
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi XVI. Jakarta: Depdiknas & Balai Pustaka.